pengen tahu apa?

Rabu, 26 Maret 2014

Angka pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia setiap tahunnya meningkat ternyata angka pertumbuhan ini tidak membawa dampak yang cukup tinggi pada pengentasan pengangguran. Bisa jadi ini disebabkan mental bangsa Indonesia yang hanya berorientasi sebagai seorang pegawai.
Tidak jarang ditemui anak-anak muda bahkan lulusan sarjana yang lebih mengincar bekerja di kantor besar dan ternama bahkan menjadi Pegawai Negeri Sipil ketimbang memilih untuk melakukan wirausaha. Memang pola pikir bangsa Indonesia masih menganggap pekerjaan yang baik adalah bila berada perkantoran dengan pakaian berjas dan berdasi. “Kalau anak muda dan mahasiswa maka berpikirnya kalau pintar cepat nyari kerja di BUMN/perusahaan besar biar gajinya juga besar. Bahkan para orang tua cenderung lebih memilih anak-anak mereka untuk bekerja menjadi pegawai ketimbang menjadi seorang wirausaha.
Realita inilah yang kemudian menjadikan dunia usaha Indonesia tidak berkembang. Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia, ternyata warga Indonesia yang bekerja sebagai wirausaha (entrepreneur) pertumbuhannya sangat sedikit. Sekitar 1,56 persen kenaikannya dalam tiga tahun, per Januari 2012. Persentase wirausahawan Malaysia telah mencapai lima persen, dan di Singapore telah mencapai tujuh persen. Hal ini tentu sangat disayangkan. Karena justru di saat krisis ekonomi melanda Indonesia, usaha kecil dan menengah yang justru bertahan di tengah badai krisis moneter.
Berwirausaha sesungguhnya sangatlah mudah. Namun banyak jalan menuju wirausaha menjadi tertutup lebih diakibatkan mindset atau pola pikir yang salah. Kebanyakan hanya berpikir soal modal dulu. Padahal justru mereka yang mengandalkan modal dalam artian uang banyak di awal berwirausaha justru menjadi yang paling duluan mengalami kegagalan. Ini karena mereka yang mengutamakan uang sebagai modal utama dalam berwirausaha menjadi orang yang cenderung mengejar keuntungan semata.
Menjadikan uang sebagai modal dalam berwirausaha sesungguhnya tak salah. Namun ada banyak hal lain yang harus dipertimbangkan dan bisa dijadikan sebagai modal dalam berwirausaha. Membangun mental berwirausaha contohnya. Inilah modal utama yang harus dibangun. Mental seorang wirausaha yang terpenting adalah tidak cepat menyerah. Selain itu mental lain yang harus dibangun adalah kreativitas. Tidak mudah memang namun juga tidak sulit untuk membangun mental seperti ini. Yang harus dilakukan adalah membangun mindset dengan mamiliki alasan yang kuat. Alasan kuat ini akan sangat berguna jika suatu saat nanti usaha kita jatuh. Inilah nantinya yang akan memotivasi kita untuk kembali ke jalan yang benar. Langkah kedua adalah memiliki mimpi. Mimpi yang menjadikan sebesar apa usaha kita nantinya. Dan jangan lupakan langkah ketiga. Memiliki strategi. Alasan kuat dan mimpi harus ditunjang dengan strategi. “Berikutnya adalah beraksi (action). Percuma semuanya kalau Anda tidak juga beraksi.
Perlu Kesadaran Bersama
Kecilnya jumlah wirausaha ini tentu sangat mencemaskan. Pengangguran yang disebabkan oleh sempitnya lapangan pekerjaan akan menyebabkan kemiskinan yang pada akhirnya akan menurunkan kualitas kehidupan masyarakat. Sementara wirausaha justru akan membuka lapangan pekerjaan baru. Tidak hanya bagi pemilik namun juga bagi orang lain.
Maka tak salah perjuangan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia bisa dimulai dari membangun wirausaha baru. Dan itu membutuhkan dukungan banyak pihak baik pemerintah, lembaga pendidikan, swasta dan sektor perbankan. Kemudahan pemberian modal bisa menjadi langkah awal menambah wirausahawan baru. Mari kita rubah faktor mental dan paradigma karyawan yang saat ini sudah tidak relevan lagi ditengah sempitnya lapangan pekerjaan dewasa ini.
Sumber : http://tksnakertrans.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar